Demo Blog

Mari Bernafas Dengan Air

by PENGCAB ISSI TANAH DATAR on Nov.22, 2009, under

Pengcab ISSi Tanah Datar_ Bernafas dengan air? Menagapa tidak. Penyerapa oksigen ternyata bukan hanya perkerjaan paru-paru. Dalam kondisi tertentu, usus pun bisa membantu. Bukan sebagai pemasok utama, usus hanya pembantu paru-paru, usus mampu menyerap oksigen. Oksigen yang masuk lewat membaran usus akan langsung tercampur dengan berbagai sari makanan sehingga pembentukan energi lebih cepat.

Bukan itu saja. Selain mendorong timbulnya energi, penambaha oksigen juga dapat membantu meningkatkan fungsi otak sehingga bisa berfikir secara jernih, jadi intinya, makin banyak kandungan oksigen dalam tubuh maka lancar transportasi berbagi zat gizi ke otot amupun ke otak. al hasil, pembakaran kadar oksigein akan membantu kebugaran tubuh dapat di pertahankan dalam waktu yang lebih lama.

Menggabungkan oksigen denga air juga dinilainya sebagai hal yang positif. Maklum, saat berolah ragakras, pengurangan kadar air dan oksigen dalam darah terjadi nyaris bersamaan. Dengan menambah air bercampur oksigen, kekurangan terebut bisa langsung di tambah.

Terlalu banyak menenggak minuman beroksigen juga tak bagus, "Kalau tak lagi kecapean, sebaiknya tak usah". Kandunga oksigen terlalu banyak di dalam darah memang tak menimbulkan penyakit. Tapi sebagian orang merasakannya sebagai gangguan. "Bahasa masyarakatnya Orang akan merasa masuk angin.

Konsumsi minuman beroksigen sebaiknya tak lebih dari tiga liter per hari dan itu pun dilakukan setelah menyiksa diri dengan latihan berat. lagi pula kita tak perlu terjebak seolah-olah kita harus membeli minuman beroksigen agar perut bisa membantu paru-paru. Kanduangan oksigen juga bisa didapat jika kita mamakan aneka makanan segar dan buah-buahan.

Menenggak minuman beroksigen malah terkadang tak mendatangkan manfaat apa-apa. SOalnya, kanduingan okseigen dlaam air terkadang sanata cepat memenguap , makanya pabirkan air beroksinge selalu meyarakan agari ar dala botol langsung habis sekali tenggak.

dalam posisi botol terbuka, oksigen dalam air haya akan mampu bertahan selama 30 menit, leibh dari itu, yang terisisa dalam botol tinggal air, tak ada oksigennya lagi. Saat tertutup pun oksigen juga bisa pergi, dengan cara menerobos pori-pori botol plastik. Resiko hilangnya oksigen meningkat jika botol ditaruh di rak-rak yang tak berpendingin.


sekian tips dari kami
moga memberi manfaat

salam
0 komentar more...

0 komentar

Posting Komentar

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!